Selasa, 09 Maret 2010

MANFAAT DARI SEPAK BOLA




Dalam piala dunia kali ini, penyelenggara memprediksikan milyaran orang menonton tayangan pertandingan lewat Televisi. Satu jumlah Fantastis untuk mempersatukan orang dari belahan dunia manapun sekedar menyaksikan 22 orang yang saling berebut satu bola karet di atas lapangan rumput. Tidak hanya satu dua menit tapi 90 menit kadang lebih….. Fenomena ini sungguh Fantastis, mengapa  sepak bola begitu digemari orang?

Dilihat dari luaran, sepak bola adalah acara yang menoton. Olah raga yang hanya diisi rebutan bola untuk dijaringkan kedalam gawang, orang kejar-kejaran, tackling kiri-kanan, sundul menyundul dan seringkali acara hanya disudahi dengan skor yang kecil bahkan banyak yang berkesudahan dengan 0-0. bandingkan dengan bulu tangkis, senam keindahan ataupun tennis dimana setiap detik pertunjukannya kita selalu disuguhi sesuatu yang indah… tapi tetap saja semua daya tariknya kalah disbanding dengan sepak bola

Pastilah ada jawaban yang bisa diterima dengan akal… kini kita berusaha merenung dan mencari sumber primer yang bisa dipertanggung jawabkan, tentang sumber-sumber yang membuat Sepak bola digemari.

Yang Peertama : Sepak bola dijadikan sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan, bisa kita ambil contoh bahwa dahulu kala setelah negeri ini merdeka dimana rakyat masih banyak yang miskin, penguasa kita membangun stadion yang super megah pada jamannya bahkan termasuk terbesar di benua ASIA. Di piala dunia kali ini para presiden menjenguk para pemainnya untuk memberi semangat pada para pemainnya, bahwa kemenangan akan berarti kehormatan bagi seluruh negerinya

Yang Kedua : Sepak bola bernilai Filsafat agama. Seringkalai team yang dipenuhi oleh bintang, memiliki skil dan stamina yang tinggi ternyata kalah oleh tim yang tidak diunggulkan sama sekali. Sejarah mencatat team yunani yang dipandang sebelah mata oleh penggemar umum sepakbola ternyata memenangi piala eropa, siapa sangka tim korea dari benua yang tidak memiliki tradisi hebat sepakbola dapat mengalahkan tim sekaliber Italia yang memiliki kompetisi terbaik di dunia. Bola sepak bola diyakini bola paling bundar dibanding oleh raga lain, dia akan dan terus memberi kejutan kepada pemirsanya sehingga setelah berakhir, semua akan mengatakan hasil itu adalah  qodar dari takdir yang sudah ditentukan

Yang Ketiga : Sepak bola adalah cerminan kehidupan. Sepanjang permainan semua orang ingin mencapai suatu kemenangan, dia akan mempertahankan gawangnya selayaknya mempertahankan kehormatannya, dia akan menyusun penyerangan di barisan tengah, sama kreatifnya seperti mencari jalan untuk tetap hidup. Dia aka menyerang dan diserang, selayaknya hidup yang kadang harus memenangkan suatu persaingan dan di sisi yang lain kita harus bertahan untuk tetap menjaga eksistensinya
Yang keEmpat: sepak bola adalah saana untuk mencari kebahagiaan. Kadang orang harus mengeluarkan jutaan rupiah untuk sekedar tersenyum lebar, tertawa lepas dan melampiaskan segala pengat di jiwa. Namun sepak bola tidak perlu semahal itu untuk mencapainya, kita bisa mengekspresikan segala rasa yang ada di hati kita di sini. Sepak bola dengan sendirinya akan menuntun manusia untuk mencari kepuasan, entah dengan menyundul bola, menendang, berlari dan tentunya membobol gawang.
Yang kelima: Sepak bola mengajarkan logika terbalik yang sudah digariskan. Seringkali kita lihat tim yang sepanjang pertandingan menyerang habis-habisan, namun tidak pernah memasukkan bola, kalau tidak offside ya membentur tiang atau golnya di anulir oleh si pengadil, namun tim yang bertahan terus menerus dan hanya sekali-kali mengadakan serangan balik ternyata bisa memenangkan pertandingan, dia dapat mencuri kelemahan lawan, memanfaatkan peluang yang kecil dengan penyelesaian yang sempurna. Dalam hidup kita sering menemukan orang yang hidupnya jujur, lurus, baik suka bekerja keras namun dalam hidupnya dia terus menemui kesulitan, menjadi kambing hitam, tertimpa musibah dan kesulitan hidup yang lainnya. Namun ada orang yang korupsi, suka menjilat, suka berbohong namun dia dihormati banyak orang, hidup senang bermewah-mewahan.

Yang ke Enam. Sepak bola adalah cabang olah raga yang banyak peraturan dan memiliki pengadil yang dapat menentukan kesuksesan tim. Jika seorang pemain melanggar aturan maka siap-siap saja terkena hukuman, dari tentangan bebas, kartu kuning sampai kartu merah yang mengharuskan dia keluar dari pertandingan. Seringkali seorang menganggap dirinya benar, namun disitu ada pengadil yang akan memberikan keputusan yang harus ditaati oleh semua pemain. Demikian pula hidup kita memiliki hokum entah dalam pemerintahan maupun agama, disitu ada penegak hukumnya, mau ngak mau, rela ngak rela kita harus menerima garis yang ditetapkan pada kita

Ke Tujuh: Sepak bola mengajarkan pada tanggung jawab. Coba amati pemain yang menendang bola saat adu pinalti. Dalam dirinya tertumpu beban yang begitu besar, jutaan orang mengharap dan membebaninya dengan tanggung jawab. Tak heran jika memori itu tak akan hilang tidak hanya dirinya sendiri tapi semua penontonnya. Lihatlah trauma yang dialami Roberto Bagio yang gagal dalam pinalti di laga Final Piala, atau Andres recoba yang merenggang nyawa karena ditembak pendukung sepak bola di negerinya. Dalam hidup kita juga akan disuguhi skenario-skenario yang menjadikan diri kita memegang amanat yang harus dipertanggung jawabkan semampu diri.
Ke Delapan : sepak bola menjadikan ketidak sadaran emosional kolektif. Dimana sepak bola mempersatukan atau tidak memilah-milah pendukungnya dari status, sosial dan ritualnya. Dalam stadion jutaan yang menontonnya, kita tidak akan bisa menemukan si kaya dan si miskin, semua sama menggenakan atribut timnya, mengelu-ngelukan bintangnya bersorak dan menangis bersama. Tak ada sekat dan kasta di sepak bola semua berbaur dalam perhelatannya.
Ke sembilan. Sepak bola yang benar adalah permainan yang independent, yang tidak bisa dipengaruhi oleh para politisi, teknokrat maupun penguasa sekalipun. Namun dinegeri ini para penguasa menjadikan sandaran politik yang paling empuk, so bisa kita lihat para pimpinan dari kabupaten sampai gubernur dan jajaran elit yang lain ramai2 ingin menjadi pengurus sepak bola

Banyak hikmah yang dapat diambil dari sepak bola, so percuma orang menonton sepak bola sampai larut malam, dengan mata sakit karena memelototi Televisi,  badan lemah karena menahan kantuk dan udara malam kalau dia tidak dapat mengambil manfaat dari tontonan yang disenanginya tersebut. Keindahan menyepak bola yang disuguhkan Piala Dunia kali ini sepatutnya diteladani, bukan saja oleh pemain lokal kita tapi juga para politisi, ekonom, teknokrat, agamawan dan lain-lain. Sepakbola adalah sebuah permainan tim yang ditentukan oleh solidnya koordinasi antar-lini depan, tengah dan pertahanan. Kelemahan (politisi, ekonom, birokrat) kita selama ini adalah semua bernafsu menjadi striker yang terus-menerus menceploskan gol ke gawang lawan, tapi ogah bermain sebagai gelandang, bek kanan atau kiri, jangkar pertahanan atau penjaga gawang, apalagi pemain cadangan. Padahal kita sebagai umat beragama diajarkan hendaknya seperti bangunan satu yang saling kuat menguatkan, pondasi siap untuk menahan beratnya bagunan, tembok berkenan menahan bahaya yang akan masuk dari luar, tiang senantiasa menjaga bangunan tetap berdiri tegak dan atap rela kehujanan dan kepanasan untuk melindungi seluruh bagian yang ada di rumah.
 

0 komentar: