TRIBUNJATIM.COM,PONOROGO-Sehari
setelah Radio Idzatul Al Khoir yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta,
Kelurahan Keniten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo diprotes warga Nahdlatul
Ulama (NU), kedua pihak akhirnya sepakat untuk berdamai. Kesepakatan
itu dicapai dalam sebuah pertemuan yang difasilitasi Kapolres Ponorogo,
Jumat (30/9).
Selain pihak pengelola radio dan perwakilan massa yang melakukan demo, Kamis (29/9), turut serta dalam pertemuan itu perwakilan dari MUI Kabupaten Ponorogo, pengurus NU, Muhammadiyah, serta pengelola Islamic Center.
Mereka duduk bersama untuk menghasilkan sebuah perdamaian. ”Siang tadi semua diundang. Hasilnya, semua bersepakat tidak akan lagi membahas perbedaan pemahaman agama dan memaafkan radio komunitas tersebut,” tutur Kapolres Ponorogo, AKBP Yuda Gustawan.
Selain pihak pengelola radio dan perwakilan massa yang melakukan demo, Kamis (29/9), turut serta dalam pertemuan itu perwakilan dari MUI Kabupaten Ponorogo, pengurus NU, Muhammadiyah, serta pengelola Islamic Center.
Mereka duduk bersama untuk menghasilkan sebuah perdamaian. ”Siang tadi semua diundang. Hasilnya, semua bersepakat tidak akan lagi membahas perbedaan pemahaman agama dan memaafkan radio komunitas tersebut,” tutur Kapolres Ponorogo, AKBP Yuda Gustawan.











